Sabtu, 22 Oktober 2011

Vidio PLH!!

 <iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/kdgnxCkUm_o?hl=en&fs=1" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

http://www.youtube.com/watch?v=kdgnxCkUm_o

http://www.youtube.com/watch?v=kdgnxCkUm_o&feature=player_profilepage

http://youtu.be/kdgnxCkUm_o

selamat menikmati :)

Senin, 10 Oktober 2011

Vidio Mars PLH !!!



Mars PLH SMA Negeri 8 Pekanbaru



Minggu, 09 Oktober 2011

K3LH !!! ( Menyapu Halaman )

Foto – Foto : Menyapu atau Membersihkan Halaman.



Saat Mencabuti Rumput Dengan Skrap


Mencabut Rumput Menggunakan Sekrap


Manyapu Rumput


Menyapu Dalam Keadaan Membungkuk


Mengumpulkan Rumput Dengan Membungkuk


Menyapu Dalam Posisi Membungkuk



                                                                                               


A.    Identifikasi Bahaya
Saat kita mengerjakan suatu pekerjaan, apa pun itu pasti melibatkan lingkungan. Baik itu lingkungan hidup maupun tidak hidup. Dan setiap pekerjaan itu memiliki bahaya dan efek bagi setiap orang yang melakukan pekerjaan tersebut. Ada yang sangat berbahaya dan ada juga yang tidak terlalu berbahaya.
B.     Analisa Risiko
1.  Daftar kemungkinan dan konsekuensi dari bahaya pekerjaan Menyapu Halaman atau Membersihkan Halaman.
Jenis Bahaya

Risiko
Konsekuensi
Faktor fisik
§  Pencahayaan


·         Haus, keringatan.
·         Tenggorokan Kering.
Faktor Biologis
§  Bakteri
§  Jamur
§  Infeksi.
§  Gatal gatal
Faktor ergonomic
§ Berdiri membungkuk terlalu lama saat menyapu halaman.
§ Jongkok pada saat mencabut rumput.

§  Tulang bungkuk, pegal.
§  Tertekannya sendi lutut.

§  Sakit pada tulang belakang.
§  Lutut sakit.
Faktor Psikososial
§   




Kecelakaan kalau terkena Sekrap
§  Blooding
§  Kaki, tangan ataupun yang lainnya bisa saja luka.



2. Bentuk analisa semikualitatif

Tingkat Keparahan
Kemungkinan Terjadi
Jarang Terjadi

(1)
Kurang mungkin terjadi (2)
Mungkin terjadi
(3)
Sangat Mungkin terjadi (4)
Hampir Pasti terjadi
(5)
(1)
Tidak ada pengaruh





(2)
Pengaruh sangat ringan
Luka terkena sekrap
(2)




(3)
Pengaruh ringan

Tulang punggung membungkuk
(6)



(4)
Pengaruh serius

Terkena Jamur, atau Bakteri
(8)
Tertekannya sendi di lutut.
(12)


(5)
Pengaruh fatal





C.    Evaluasi Risiko
Dari tabel analisa semikualitatif ditentukan prioritas risiko sebagai berikut:
NO.
HAZARD
SKOR
TAFSIRAN
1.
§  Tertekannya sendi di lutut
12
§  Mungkin terjadi.
§  Pengaruh serius.
2.
§  Virus, bakteri, jamur
8
§  Kurang Mungkin Terjadi
§  Pengaruh Serius.
3.
§  Tulang punggung membungkuk.
6
§  Kurang mungkin terjadi
§  Pengaruh ringan.
4.
§  Luka Terkena Sekrap
2
§  Jarang terjadi
§  Pengaruh sangat ringan.

D.    Pengendalian Risiko
NO.
HAZARD
PENGENDALIAN
1.
§  Tertekannya sendi di lutut.
§  .Tidak jongkok terlalu lama.
§  Menggunakan mesin potong rumput agar lebih efektif.
2.
§  Bakteri, jamur.
§  Memakai sarung tangan saat memotong rumput.
3.
§  Tulang punggung membungkuk.
§  Memakai sapu yang tidak pendek, kira kira setinggi bahu agar menyapu tidak dalam posisi bungkuk.
4.
§  Luka terkena sekrap.
§  Berhati hati, kalau bisa dicabut saja pakai tangan yang di sertai sarung tangan agar tidak bahaya.


Senin, 08 Agustus 2011

PP ESD :))

Jadi karena jaringan modem saya rada error maka saya memposting power point dari TUGAS ESD di halaman yang berbeda. Saya minta maaf karena saya tidak begitu ahli dalam mengotak atik blog. Nanti akan saya pelajari lebih lanjut.

Ini dia PP nyaaaaa :











Sabtu, 06 Agustus 2011

ESD !!



Tugas :
Education for Sustainable Development

Educational for Sustainable Development ini biasanya di singkat dengan ESD, kalau di Indonesiakan artinya pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.


ESD memiliki pengertian adalah pola pemanfaatan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan tetap memelihara lingkungan, sehingga kebutuhan itu bukan hanya terpenuhi hari ini tetapi juga untuk generasi mendatang.

ESD pertama kali di kemukakan oleh seorang ahli Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan rektor United Nations (UN) University dan Staf Ahli Sekjen PBB, berfokus pada “Climate Change Challenge” (C3) dan penindaklanjutan atas laporan-laporan masalah ke PBB, seperti masalah lingkungan, sosial, dan lain-lain.
Ini dia Foto nyaa :



ESD ini di pelajari untuk bisa merancang pembangunan yang baik di masa sekarang, bahkan di masa yang akan datang. Seperti yang kita ketahui semakin berkembangnya pembangunan di muka bumi ini, maka semakin banyak kerusakan yang akan terjadi di bumi kita sendiri. Demi membangun hotel, mal, perumahan, jembatan layang dan berbagai aktifitas pembangunan lainnya dapat merusak bumi. Demi membangun semuanya, hutan-hutan di tebang, pembukaan lahan baru semaikn gencar dan berbagai perusakan bumi lainnya. Karena itu kita sangat penting mempelajari ESD.


EfSD menekankan pada 3 pilar yaitu
1. ekonomi
2. ekologi atau lingkungan
3. sosial.
Ketiga aspek tersebut saling beririsan, tidak terpisah-pisah. Contohnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tergantung pada lingkungan yang bersih sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti mendapatkan makanan dan sumber daya, air bersih, dan udara bersih. Berkelanjutan berarti berpikir tentang masa mendatang, di mana lingkungan, masyarakat dan ekonomi menjadi pertimbangan sehingga diperoleh keseimbangan dalam pengembangan dan upaya meningkatkan kualitas hidup.





Manfaat dan tujuan dari EfSD adalah


1. Terbangun kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development.


2. Mendidik manusia agar sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas, dapat menentukan pilihan/keputusan yang bertanggungjawab, dan mampu mengartikulasikan semua itu dalam tindakan nyata.


3. Menumbuhkan komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman dan nyaman, baik sekarang maupun di masa mendatang.


Fungsi ESD ada banyak :
Membangun, mengembangkan dan memberi ide untuk rencana kegiatan yang mengarah kepada pembangunan berkelanjutan, sehingga tercapai keseimbangan beberapa ekosistem.

Contohnya :
Pengembangan kualitas SDM dan teknologi ramah lingkungan
Pemeliharaan lingkungan dan keberagaman
Keselarasan dan kelestarian budaya
Keseimbangan produksi dan konsumsi
Melalui ESD, manusia sadar tentang kewajiban individu : menghormati hak oranglain, alam, bertanggung jawab, dalam suatu tindakan nyata. “Think globally, but act locally.”
Kita dapat bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih baik, karena memiliki perencanaan dan pelaksanaan yang bijaksana dan efektif.



Akhir kata " Mari majukan pembangunan dengan konsep menjaga bumi, manusia senang bumu tersenyum "




Sumber atau referensi :

http://kutupathijau.blogspot.com/

http://www.bpplsp-reg-1.go.id/buletin/read.php?id=82

http://lppm.ugm.ac.id/lppm-highlights/6

http://en.wikipedia.org/wiki/Education_for_Sustainable_Development

http://bumicenatcenut.wordpress.com/2011/08/02/task-education-for-sustainable-environment/